Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tokoh Puri se-Bali Dukung Pembangunan Bandara Bali Utara, Ini Alasannya

Tokoh Puri se-Bali Dukung Pembangunan Bandara Bali Utara, Ini Alasannya Kredit Foto: Nuranda Indrajaya
WE Bali, Gianyar -

Sejumlah tokoh Puri dan Kerajaan Bali mendukung penuh pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan ekonomi di Pulau Dewata khususnya di Bali Utara yang dikenal sebagai daerah miskin.

Para tokoh puri dan kerajaan menyampaikan dukungan saat melakukan pertemuan di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, Selasa (21/5/2024).

Beberapa tokoh yang hadir seperti Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra, tokoh Puri Agung Peliatan Ida Cokorda Gde Putra Nindya, tokoh Puri Agung Blahbatuh Anak Agung Ngurah Kakarsana.

Kemudian tokoh Puri Anyar Kerambitan Anak Agung Ngurah Bagus Erawan, tokoh Puri Anom Tabanan Anak Agung Ngurah Panji Astika, tokoh Puri Anyar Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Juliartawa, serta tokoh Puri Agung Singaraja Anak Agung Ngurah Ugrasena.

Hadir pula perwakilan 13 kepala desa, kelompok nelayan, Kelian Adat, dan Pengempon Pura Penyusuhan, dari masyarakat desa adat.

Ketua Majelis tokoh Puri Agung seluruh Bali yang juga Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra menjelaskan, Bandara Bali Utara merupakan kebutuhan untuk pemerataan pembangunan di Bali,

"Bandara Bali Utara banyak manfaatnya. Sebagai orang Bali saya mendukung pembangunan tersebut," katanya.

Oleh karena itu, para tokoh Puri mendukung penuh upaya PT BIBU Panji Sakti untuk membangun Bandara Bali Utara.

Menurut Semara Putra, pembangunan bandara bakal mengurangi angka pengangguran, memperbaiki infrastruktur, dan sembukaan sentra ekonomi baru dan lainnya.

Semara Putra mengatakan pemerataan juga untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Bali Selatan.

"Pihak PT BIBU Panji Sakti selaku penggagas berdirinya Bandara Internasional Bali Utara dengan lokasi di pesisir Pantai Kubutambahan ini memberikan angin segar bahwasanya pembangunan tidak menggerus lahan.

"Tapi dibangun di atas laut, dan yang paling penting adalah ramah budaya, lingkungan dan teknologi," beber Smara Putra.

Dengan pembangunan bandara di Buleleng, maka tiga kabupaten yang berbatasan seperti Karangasem, Bangli, dan Klungkung juga akan menikmati imbasnya. (nan)

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Advertisement

Bagikan Artikel: