Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nasib Apes Imigran Gelap Asal Pakistan, Ditipu Agen hingga Diusir dari Bali

Nasib Apes Imigran Gelap Asal Pakistan, Ditipu Agen hingga Diusir dari Bali Kredit Foto: Istimewa
WE Bali, Denpasar -

Seorang warga negara Pakistan berinisial MT dideportasi dari Bali, Selasa (27/2/2024). Ia dipulangkan karena masuk ke Indonesia tanpa izin atau menjadi imigran gelap.

Sebelum dipulangkan, MT sempat menjalani detensi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar selama 12 hari.

"MT dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 27 Februari 2024 dengan seluruh biaya ditanggung oleh keluarganya," kata Kepala Rudenim Denpasar Gede Dudy Duwita dalam keterangannya, Kamis (29/2/2024).

Dudy menjelaskan, MT diganjar hukuman penjara selama 20 hari karena masuk Tanah Air secara ilegal. Ia dibebaskan pada 13 Februari 2024.

"Pendeportasian belum dapat dilakukan maka Kanim Ngurah Rai menyerahkan MT ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar pada 15 Februari 2024 untuk didetensi," kata Dudy.

Dudy menceritakan, MT diketahui masuk ke Indonesia karena ditawari pekerjaan oleh seorang agen di Malaysia berinisial BY. Saat itu, ia diiming-imingi pekerjaan di pabrik tisu di Bali.

BY mengiming-imingi MT pekerjaan itu dengan syarat menyetor sejumlah uang. Bak gayung bersambut, MT menyetor 25 ribu ringgit Malaysia atau sekitar Rp 81,8 juta kepada agen penipu tersebut.

Setelah itu, MT berangkat dari Malaysia dengan menumpang speedboat ke Sumatera.

"MT mengaku selama perjalanan matanya ditutup hingga tiba di Jakarta," ungkap Dudy menjelaskan.

Sesampainya, di Jakarta MT melanjutkan perjalanan ke Bali dengan menumpang bus. Sialnya, sesampai di terminal, BY menyuruh MT menunggu selama satu jam. Namun, selama itu tidak kunjung ada kabar dari BY.

Petugas keamanan di terminal yang mendapati MT terlunta-lunta lalu membawanya ke kantor polisi di Denpasar. Kemudian, pihak berwajib membawa MT ke kantor Imigrasi Denpasar.

"Dia berpikiran hendak mengurus izin tinggal dan visanya. Namun, saat diperiksa petugas Imigrasi, baru diketahui bahwa ia masuk ke Indonesia secara ilegal lantaran tak ada visa maupun tanda cap pendaratan pada paspor MT.

"Tindakan MT tersebut dianggap melanggar hukum pidana keimigrasian," timpal Dudy Duwita.

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terpopuler

Berita Terkini

Lihat semuanya