Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sportel Rendez-vous Bali 2024, Momentum Industri Olahraga-Penyiaran Global Berantas Pembajakan Konten

Sportel Rendez-vous Bali 2024, Momentum Industri Olahraga-Penyiaran Global Berantas Pembajakan Konten Kredit Foto: Istimewa
WE Bali, Badung -

Industri olahraga dan penyiaran global berkomitmen membahas pemberantasan pembajakan konten yang salah satunya marak beredar di media sosial.

Para pengusaha di dunia olahraga membahas tersebut pada pertemuan bertajuk Sportel Rendez-vous Bali 2024 di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (22/2/2024).

"Pembajakan masalah besar untuk konten olahraga dan penyiaran yang sangat sulit diidentifikasi dan saat ini terus dicari solusinya," kata CEO Sportel Laurent Puons.

Meski tidak secara spesifik menyebutkan nilai kerugian, Puons memperkirakan kerugian akibat pembajakan konten siaran olahraga dapat mencapai miliaran dolar AS.

Pasalnya, kata dia, industri olahraga khususnya produksi konten olahraga dan industri penyiaran menginvestasikan dana yang besar untuk menghadirkan sajian olahraga yang baik kepada publik.

"Tanggung jawab saya adalah memberi mereka tempat untuk mengatur acara dan selama acara ini Anda dapat berbicara tentang privasi, keterlibatan acara.

"Tetapi saya bukanlah seorang penyiar saya adalah seorang penyelenggara dan saya mengatur Sportel di Bali dan tujuan saya. Target saya adalah memberikan kepada penyiar selama konferensi mungkin solusi potensial untuk melawan pembajakan," lanjut Puons.

Ada pun diskusi terkait upaya memberantas pembajakan konten olahraga menjadi salah satu tema pada pertemuan yang digelar selama empat hari, tepatnya pada 21-25 Februari.

Sportel Rendez-vous Bali 2024 kali ini diiikuti sekitar 400 peserta dari 28 negara. Beberapa nama yang sudah dikenal juga hadir dalam pertemuan itu di antaranya AVIA, BEIN Sports, FIFA, Fight Nation, FOX, NBA, Premier League, Serie A, dan Warner Bros Discovery.

Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari industri penyiaran dan olahraga di Indonesia, seperti Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), Bali United, Group EMTEK, Group MNC, Group Transmedia dan TVRI.

Berdasarkan data organisasi Coalition Against Piracy (CAP), rata-rata pembajakan di Indonesia mencapai 54 persen pada 2023 atau naik dua persen dibandingkan 2022 mencapai 52 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lain di Asia Pasifik (APAC) misalnya Malaysia mencapai 60 persen, Filipina dan Vietnam sama-sama sebesar 58 persen.

Sedangkan Hong Kong dan Taiwan mencapai 47 persen, dan Singapura mencapai 39 persen. Dirinci, bentuk pembajakan paling banyak melalui media sosial, termasuk di Indonesia mencapai 37 persen.

Lebih lanjut, kanal media sosial di Indonesia yang paling mengakses pembajakan yakni telegram mencapai 63 persen, kemudian facebook (54 persen), Instagram 42 persen, WhatsApp 60 persen dan Tiktok 39 persen.

Di sisi lain, Pouns berharap, Sportel Rendez-vous Bali 2024 bisa menjadi ajang silahturahmi antara komunitas penyiaran di Indonesia dan negara lain.

"Dan dengan Sportel, kami memberikan kesempatan untuk bertemu tidak hanya dengan komunitas Indonesia tetapi juga komunitas lain di Bali, di kota yang indah ini," tandas Puons.

Sementara, Peter F. Gontha, Direktur Utama Transvision, menyambut baik berlangsungnya Sportel Rendez-vous Bali 2024 ini.

"Acara ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif serta mengukuhkan Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama di dunia," tuturnya.

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terpopuler

Berita Terkini

Lihat semuanya