Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bali 'Geruduk' Kantor KPU Bali Tuntut Hasyim Asy'ari Mundur

Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bali 'Geruduk' Kantor KPU Bali Tuntut Hasyim Asy'ari Mundur Kredit Foto: Nuranda Indrajaya
WE Bali, Denpasar -

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pemuda Bali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, Jumat (9/2/2024).

Mereka menuntut agar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mundur dari jabatannya karena telah melanggar etik.

Tresna mengatakan Hasyim telah melanggar etik dengan meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres nomor urut 2 mendampingi Prabowo Subianto.

"Kami minta ketua KPU RI yang sudah melakukan pelanggaran etik agar mundur dari jabatannya. Sudah tiga kali ketua KPU RI melanggar kode etik," kata Ketua BEM Udayana I Wayan Tresna Suwardiana.

Rombongan mahasiswa dan pemuda melakukan aksi longmarch dari parkir timur Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar menuju Kantor KPU Bali. Kemudian aksi dilanjutkan ke Kantor DPRD Provinsi Bali dan diakhiri di Kantor Gubernur Bali.

Aliansi BEM dan Pemuda se-Bali, lanjut Tresna menuntut adanya proses hukum terhadap orang nomor satu di KPU RI itu dan pencalonan Gibran.

"Kami akan tetap mengikuti prosedur dan menghormati hukum di Indonesia. Kalau memang sudah terbukti melanggar, kami menunggu kebijakan dari pemerintah dan mungkin bisa dibatalkan pencalonannya (Gibran)," ujar Tresna.

Selain menuntut Hasyim mundur dari jabatan Ketua KPU RI, ada enam tuntutan lain yang disampaikan oleh para mahasiswa yang berdemo.

Salah satunya adalah menuntut agar penyelenggara Pemilu untuk netral dan tidak memihak salah satu pasangan calon (paslon).

"Kita ingin semua penyelenggara Pemilu baik itu KPU, Bawaslu, netral, tidak memihak kepada siapa pun kandidat-kandidatnya," imbuh Tresna.

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Advertisement

Bagikan Artikel: