Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengusaha Bali Gugat WN Hong Kong gegara Rugi Rp7,8 Miliar-Dugaan Pencemaran Nama Baik

Pengusaha Bali Gugat WN Hong Kong gegara Rugi Rp7,8 Miliar-Dugaan Pencemaran Nama Baik Kredit Foto: Nuranda Indrajaya
WE Bali, Denpasar -

Pengusaha asal Bali Piet Arja Saputra melakukan gugatan perdata terhadap warga negara asing (WNA) asal Hong Kong bernama Chan Peter Ho Kwan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Gugatan perdata itu tercatat dengan nomor 925/Pdt.G/2023/PN Dps. Piet melakukan gugatan terkait pengerjaan Lounge Flight Club di tiga bandara yakni, bandara Ngurah Rai, Balikpapan dan Bandara Ahmad Yani di Semarang.

Proyek tersebut dikerjakan di bawah PT Unipro Konstruksi Indonesia (UKI) milik Piet Arja Saputra.

Dalam kesepakatan bisnis yang berjalan, segala pembiayaan pengerjaan ditransfer melalui Bank Panin dengan memanfaatkan fasilitas layanan perbankan termasuk token elektronik.

"Dalam perkembangannya, token yang jadi fasilitas perbankan milik klien kami, justru telah diambil secara paksa dengan cara-cara yang terindikasi melawan hukum," kata Abdi.

Gugatan perdata itu juga menyeret Bank Panin karena dianggap mengabaikan prinsip kehati-hatian.

"Kalau secara SOP, itu kan tidak boleh token itu berpindah tangan ke orang lain. Dalam hal ini, turut tergugat yakni Global Buana," jelas Abdi Negara.

Kuasa hukum Piet, Apriadi Abadi Negara mengatakan, atas masalah tersebut kliennya mengalami kerugian mencapai Rp 7,8 miliar.

Lebih lanjut, Piet juga mengambil langkah hukum karena perlakuan tergugat yang dinilai mengarah pada penghinaan dan fitnah.

"Selain gugatan ini, klien kami juga menempuh berbagai upaya hukum ke Polresta Denpasar terkait UU ITE," jelasnya di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (7/2/2024).

Pengaduan ke Polresta Denpasar itu teregistrasi dengan nomorĀ  Dumas/61/I/2023/Satreskrim/Polresta DPS/Polda Bali.

Dalam Dumas itu, Piet Arja Saputra mengadukan Chan Peter Ho Kwan dalam dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik.

"Upaya hukum ini untuk keamanan, ketentraman keluarganya, istri dan anaknya," kata Abdi Negara.

Abdi Negara menambahkan, pihaknya juga membuat laporan kepada Imigrasi Ngurah Rai atas dugaan penyalahgunaan ijin tinggal tergugat Chan Peter Ho Kwan.

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Advertisement

Bagikan Artikel: