Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bawaslu Minta Ni Luh Djelantik Dicoret dari TPD Ganjar-Mahfud Bali

Bawaslu Minta Ni Luh Djelantik Dicoret dari TPD Ganjar-Mahfud Bali Kredit Foto: Nuranda Indrajaya
WE Bali, Denpasar -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencoret nama Ni Luh Djelantik dari tim pemenangan daerah (TPD) Ganjar-Mahfud.

Ketua Bawaslu Bali Putu Agus Tirta Suguna menerangkan, pihaknya telah membuat surat rekomendasi perbaikan kepada KPU terkait kasus Ni Luh Djelantik.

Agus Tirta menyebut, Bawaslu telah menyiapkan draft surat perbaikan kepada KPU, Rabu (29/11/2023).

"Mudah-mudahan paling lambat besok (hari ini, red) sudah kita kirim ke KPU. Untuk perbaikan nama tersebut (Ni Luh Djelantik) agar tidak masuk ke dalam tim pemenangan" ungkap Agus Tirta.

Bawaslu, lanjut Agus Tirta, tidak menjatuhi sanksi kepada Ni Luh Djelantik terkait statusnya yang masuk daftar TPD Ganjar-Mahfud Bali.

"Tidak, itu berupa administratif ya, administratif itu kita memberikan surat perbaikan kepada KPU," terang eks Ketua KPU Kabupaten Gianyar tersebut.

Sebelumnya, Ni Luh Djelantik menjadi perbincangan setelah namanya masuk ke dalam daftar TPD Ganjar-Mahfud sebagai juru bicara (jubir).

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu, seorang Calon anggota DPD RI dilarang terlibat kampanye capres dan cawapres.

Jika berdasarkan surat yang beredar, Ni Luh Djelantik yang merupakan calon anggota DPD RI dianggap melanggar.

Namun hal tersebut dibantah oleh Ni Luh Djelantik. Perempuan yang juga seorang pengusaha itu merasa tidak mendapat mandat dari TPN maupun TPD Ganjar-Mahfud.

"Aku belum konfirmasi ke TPN Mas Rasjid (Arsjad Rasjid, Ketua TPN)  karena belum ada pemberitahuan sebelumnya," ungkap Ni Luh saat dikonfirmasi.

Penulis/Editor: Nuranda Indrajaya

Advertisement

Bagikan Artikel: