Menu
News
Government
Gaya Hidup
Sosok
Wisata
Video
Indeks
About Us
Social Media

Imbas Pembunuhan di Makassar, Kominfo Blokir Tujuh Situs dan Lima Grup Medsos Terkait Jual Beli Organ Tubuh

Imbas Pembunuhan di Makassar, Kominfo Blokir Tujuh Situs dan Lima Grup Medsos Terkait Jual Beli Organ Tubuh Kredit Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya
WE Bali, Bali -

Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) telah memutus akses tujuh situs dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia. Pemutusan akses tersebut telah dilakukan sejak Kamis (12/1/2023).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan, menyatakan bahwa pemutusan akses itu dilakukan sesuai permintaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara RI.

Baca Juga: Satpol PP Denpasar Tertibkan Spanduk, Banner, dan Baliho Kedaluwarsa

“Kami sudah menerima surat dari Bareskrim Polri kemarin dan hari ini. Isinya meminta Kominfo untuk melakukan pemutusan akses atas tujuh situs yang memuat konten manipulasi data tersebut, jelas Semuel, dikutip melalui siaran pers Kominfo pada Senin (16/1/2023).

Selain menemukan situs, Tim AIS Kementerian Kominfo juga menemukan lima grup media sosial Facebook dengan konten serupa. Hasil temuan itu kemudian disampaikan ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengonfirmasi pelanggaran yang terjadi.

“Semua datanya kami kirimkan untuk memastikan situs tersebut benar-benar melanggar hukum. Lalu, Bareskrim Polri mengirim surat untuk memutus akses 3 situs pada hari Kamis (12/1/2023) dan Jumat (13/3/2023) ada 4 situs,” tambahnya.

Baca Juga: Pemprov: Bali Gudangnya Atraksi Wisatawan, Mereka Bisa Memilih Sendiri Kegiatan yang Diinginkan

Dirjen Semuel mendorong masyarakat untuk segera melapor ke Kementerian Kominfo jika menemukan situs sejenis, agar bisa dilakukan penanganan sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Pemblokiran ini merupakan respon atas peristiwa pembunuhan Fadil Sadewa (11) oleh F (17) dan A (14) di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa hari yang lalu. Korban dibunuh dengan cara dicekik dan dibenturkan ke lantai. Motif pembunuhan ini adalah adanya keinginan kedua pelaku untuk menjual organ tubuh korban setelah mendapatkan informasi melalui situs jual beli organ yang diakses melalui Yandex.

Penulis: Putu Prima Cahyadi
Editor: Lestari Ningsih

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terpopuler

Berita Terkini

Lihat semuanya